Belajar Digital Marketing: Harus Dari Mana?

by Om Dan

Banyak orang yang ingin belajar digital marketing sering merasa bingung harus mulai dari mana. Ada istilah SEO, ads, konten, social media, sampai tools yang terdengar rumit. Padahal, semua itu bisa dipelajari secara bertahap. Ribet gak sih? Kalo buat orang awam pasti ribet, padahal.. emang ribet.

Ketika pertama kali saya terjun ke dunia digital marketing, jujur saja saya juga kebingungan. Apa itu SEO? Bagaimana cara beriklan online? Apakah harus menguasai desain? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu ternyata bukan cuma saya yang mengalaminya. Karena itu, sekarang saya ingin berbagi daftar pertanyaan yang biasanya ditanyakan pemula, sekaligus memberikan jawaban berdasarkan pengalaman pribadi om danu.

Apa itu digital marketing dan kenapa penting untuk bisnis?

Ini adalah pertanyaan paling dasar dari dunia Digital Marketing. Versi saya, Digital Marketing atau Pemasaran Digital adalah kegiatan promosi atau pemasaran produk, jasa atau brand secara digital dan mengusahakan agar menjangkau banyak audience, relevan dan efisien.  Tujuannya digital marketing adalah agar brand, produk atau jasa itu semakin dikenal oleh banyak kalangan dan tujuan akhirnya adalah meningkatkan penjualan.

Contoh kasarnya, kamu adalah seorang produsen sayuran dan biasanya kamu hanya menjual sayuran ke pasar tradisional karena hanya memang ini saja tempat berjualannya. Target konsumennya sudah jelas pengunjung pasar. Nah, dengan melakukan digital marketing, kamu bisa membuat konten yang menarik dan memasarkan sayuran segarmu ke konsumen yang lokasinya lebih jauh. Dengan promosi yang benar, sayuranmu bisa menjangkau daerah antar pulau bahkan 1 indonesia, tapi tentu saja tidak semudah itu, ada proses panjang yang harus dilewati.

Apakah digital marketing hanya untuk bisnis online saja?

Tidak, digital marketing bisa untuk semua bisnis yang bisa dijalankan secara offline maupun online. Contohnya saja, kamu buka jasa pijat panggilan di bali, dan menargetkan marketing online melalui Instagram atau facebook. Transaksi akan terjadi melalui platform sosial media atau whatsapp, tapi untuk eksekusi bisnis harus bertatap muka dan bertemu langsung, kan?

Apa perbedaan digital marketing dengan marketing tradisional?

Secara garis besar adalah sama, yang membedakan adalah medianya dan juga audience yang bisa dijangkau. Digital Marketing menggunakan media sosial sebagai platform untuk menempatkan iklan dan promosi produk. Sedangkan Marketing tradisional masih media seperti majalah, surat kabar yang peminatnya sudah tidak sebanyak dulu. Yang kita bicarakan disini adalah efisiensi.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar digital marketing dari nol?

Ini akan kembali ke pribadi masing-masing. Seberapa niat kamu untuk belajar, seberapa banyak materi yang kamu bisa serap, seberapa banyak salah yang bisa kamu koreksi dan implementasikan. Sebenarnya masalah terbesar bukan di belajar dari nol, melainkan beradaptasi dengan perubahan algoritma dari platform sosial media itu sendiri, belum lagi perkembangan AI (Artificial Intelligence) yang benar-benar diluar nalar.

Apakah saya perlu background IT atau desain untuk bisa belajar digital marketing?

Bisa dong. Semua background sangat bisa belajar Digital Marketing kok. Namun tidak bisa dibandingkan dengan orang yang memang sekolah digital marketing, karena mereka mempelajari semua ilmunya melalui buku, sedangkan yang lain menggunakan metode learning by doing. Anak desain masih ada dilingkaran paling dekat dengan digital marketing karena masih berkaitan dengan pembuatan konten.

Bagaimana cara menentukan target audiens di digital marketing?

Ini sih harus balik lagi ke produk atau jasa yang kamu jual. Saya kasi contoh sederhananya begini:

Kamu punya bisnis nail art di Denpasar, melayani panggilan atau kunjungan ke toko. Kita brief dulu sekarang, pelanggannya sudah pasti abg 18 tahun hingga ibu-ibu maksimal 50 tahun. Karena dominan di Denpasar, maka Bahasa yang digunakan pasti Bahasa Indonesia dan menarget audience lokal. Platform yang digunakan ABG adalah Tiktok dan Instagram, sedangkan ibu-ibu biasanya hanya sedikit yang di Instagram dan tiktok, selebihnya di Facebook.

Kesimpulannya begini:
Audience:
– Gender: Hanya Perempuan
– Usia: 21-50 tahun (standar iklan wajib 21 tahun)
– Bahasa: Bahasa Indonesia
– Region: Denpasar, Seminyak dan Sekitarnya
– Platform: Instagram, Facebook (META) dan TikTok.
– Keyword / Interest: Nail arts, Beauty, Wellness.

Apa yang dimaksud dengan SEO, SEM, dan perbedaannya?

Search Engine Optimization (SEO) adalah tentang cara mengoptimalkan website dari sisi keyword, kecepatan loading dan lainnya sehingga mendapatkan ranking yang bagus di Search Engine Result Page (SERP) secara organik hingga berujung leads atau penjualan. Sedangkan Search Engine Marketing (SEM) adalah promosi yang sama untuk mendapatkan pengunjung atau konversi untuk ke website atau ke bisnis kita, hanya saja melalui metode iklan pay per click (PPC), Banner, dan lainnya.

Lebih baik mulai dari media sosial atau website terlebih dahulu?

Jika kamu benar-benar baru mulai, saya sarankan untuk mulai dari sosial media dulu. Selain ini gratis, dan kamu bisa menyesuaikan kontennya seperti apa, hingga nanti sudah terbangun community atau sudah memiliki loyal customer, baru pikirkan untuk buat website sebagai company profile atau untuk kepentingan lainnya.

Bagaimana cara membuat strategi digital marketing sederhana untuk bisnis kecil?

Untuk yang ini sepertinya akan Panjang penjelasannya, tapi semoga kamu betah ya bacanya. Jika kita bicara tentang digital marketing sederhana untuk bisnis kecil, kamu bisa mulai dengan memahami dulu produk atau jasa yang kamu akan jual. Kamu bisa ambil selembar kertas, dan jawab pertanyaan dibawah ini:

  • Kenapa saya menjual produk / jasa saya kepada orang lain?
  • Siapa yang akan tertarik dengan produk / jasa saya?
  • Dimana saya bisa menemukan orang-orang yang mungkin tertarik dengan produk / jasa saya?
  • Bagaimana karakter atau behaviour konsumen saya nanti? (Usia, gender, minat, Lokasi, dll)

Jika sudah terjawab semua, kamu bisa menentukan platform apa yang akan kamu gunakan untuk berpromosi atau membuat konten. Setelah itu, kamu harus mulai memikirkan konten apa yang relevan dengan audiencemu, ga mungkin dong audiencemu itu ibu-ibu tapi kontennya meme yang bisa bikin mereka gagal paham? Kemudian optimasi tampilan sosial mediamu, share ke sosial media lain atau infokan ke semua orang kalau bisnismu sekarang ada di sosial media. Jika ada budget lebih, pertimbangkan untuk menggunakan ads atau beriklan di salah satu saja sosial media sebagai brand awareness.

Ada berapa jenis iklan yang bisa kita gunakan?

Pertanyaannya agak rancu, mungkin saya bantu jelaskan sedikit ya. Contoh iklan ada Meta Ads (Instagram / Facebook), Google Ads, TikTok Ads, E-commerce Ads (Shopee & Tokopedia). Ini beberapa yang saya tahu saja. Nah didalamnya itu ada banyak jenisnya lagi sesuai dengan tujuanmu beriklan. Ada banyak juga istilah seperti Leads, Sales, Click, Cost-Per-Click, Reach, Audience, Search Intent, Return of Investment (ROI), Return On Ads Spend (ROAS), Pay Per Click (PPC), Display Ads, banyak deh!

Apakah email marketing dan masih relevan nggak di tahun 2025 atau 2026?

Secara personal, saya pribadi masih melakukannya sebulan sekali untuk blast informasi atau promo yang akan datang. Relevan tidaknya mungkin tergantung jenis bisnis dan target audiencenya. Jika di Indonesia, saya rasa sudah kurang relevan mengingat banyak orang yang tidak peduli dengan emailnya atau jarang banget nih buka email. Sedangkan untuk client luar negeri, biasanya mereka akan memprioritaskan email untuk kepentingan pekerjaan.

Apakah digital marketing bisa dilakukan gratis?

Hal yang paling sering saya dengar, dan jawabannya adalah bisa. Namun ingat, demi menekan biaya, ada effort dan waktu yang harus kamu tukarkan ya. Gratis dari sisi uang, tapi tidak gratis dari sisi waktu dan pembuatan konten.

Berapa budget minimal untuk mulai iklan online?

Sebenarnya saya tidak tahu mengenai minimal spend untuk iklan, karena ini kembali kepada kemampuan orang masing-masing. Tapi jika bisnis sudah running bertahun-tahun, saya akan sarankan menggunakan 6-7% Profit dari tahun lalu sebagai budget untuk beriklan di tahun depannya. Jika profitnya sudah diatas 5M, pertimbangkan untuk menurunkan presentase ke 3-5% untuk budget tahun depannya.

Apakah mungkin bisnis kecil bisa bersaing dengan brand besar lewat digital marketing?

Tidak ada yang tidak mungkin didunia digital marketing. Sekarang tergantung seberapa kreatif kamu memancing audience dan seberapa kreatif kamu memanage audience agar loyal dengan brandmu. Kecil atau besar itu relatif kok.

Bagaimana cara mengukur hasil kampanye digital marketing?

Kalau memang kamu awam banget sama report kampanye, kamu bisa pake metode sederhananya begini. Keuntungan = modal iklan x 700%. Normalnya kampanye yang sukses harus memiliki ROAS sekitar 4-7x lipat atau 400-700% dari modal iklannya (tergantung niche bisnis). Jika sudah menyentuh angka tersebut, maka bisa dibilang kalau kampanyemu sukses dan mendapatkan profit yang diinginkan.

Kapan saya bisa mulai melihat hasil dari digital marketing?

Digital Marketing tidak seperti mengigit cabai, langsung pedas hari itu juga. Ada proses yang harus kamu lewati. Biasanya paling cepat, digital marketing menunjukan hasilnya setelah 3 Bulan (paling cepat) karena selama 1-3 bulan pertama kamu akan menghamburkan uang untuk beriklan dan lainnya. Setelah itu baru terasa traffic atau salesnya.

Nah segitu dulu deh tanya jawab seputar digital marketingnya. Kedepannya saya akan bagikan tips-tips lain dan bahas seputar digital marketing lebih dalam lagi. Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman kalian tahu juga ya! Kalau kamu punya pertanyaan, tinggal ketik di komentar ya, saya bakal bales sesempatnya!

Kamu Mungkin Suka:

1 comment

Google Ads: Pemahaman Dasar Banget Nih! - omdanu.com September 27, 2025 - 5:29 am

[…] komen dibawah, dan saya bakal balas secepatnya! Baca juga artikel lainnya yang berkaitan Digital Marketing […]

Reply

Leave a Comment