Google Ads: Pemahaman Dasar Banget Nih!

by Om Dan

Banyak pemula yang tertarik dengan Google Ads sering bingung harus mulai dari mana. Wajar saja, karena platform iklan ini punya banyak fitur, istilah teknis, hingga strategi yang kadang terdengar rumit. Pertanyaan seperti “Apa itu Google Ads?”, “Berapa biaya minimal untuk mulai beriklan?”, atau “Bagaimana cara memilih keyword yang tepat?” hampir selalu muncul dari mereka yang baru mengenal dunia digital marketing. Semua pertanyaan ini sebenarnya adalah fondasi penting sebelum seseorang benar-benar menginvestasikan budget iklan di Google.

Dalam artikel ini, saya akan membahas dan menjawab berbagai pertanyaan populer tentang Google Ads yang paling sering dicari di Google dan ditanyakan oleh pemula. Mulai dari dasar-dasar cara kerja Google Ads, perbandingan dengan platform iklan lain seperti Facebook Ads, hingga tips praktis agar budget tidak cepat habis. Harapannya, setelah membaca artikel ini, kamu bisa lebih paham bagaimana memanfaatkan Google Ads secara efektif untuk mengembangkan bisnismu di dunia digital.

Apa itu Google Ads dan bagaimana cara kerjanya?

Google Ads adalah platform iklan berbasis PPC yang dimiliki oleh google dan dimunculkan pada mesin pencarian google dan partnernya. Cara kerja Google Ads adalah dengan menentukan iklan yang akan ditampilkan dengan lelang iklan yang sangat cepat, yang berlangsung setiap kali seseorang melakukan penelusuran di Google atau mengunjungi situs yang menampilkan iklan.

Berapa biaya Google Ads per klik / biaya menjalankan Google Ads?

Biaya klik ditentukan dari keywordnya, intentnya, dan negaranya. Iklan Indonesia dengan niche biasa bisa tergolong murah, namun tidak berlaku untuk niche property, finance dan lainnya. Untuk menjalankan iklan, kamu bisa mulai dengan budget 50ribu, namun kembali, nilai ini ditentukan oleh keyword yang ingin kamu targetkan.

Google Ads vs Facebook Ads: mana yang lebih efektif?

Tergantung dari target audience, bisnis yang dipromosikan. Jika memang bisnisnya contohnya saja nail art, tentu saja kontennya akan dipromosikan di sosial media, dan menarget ABG dan juga ibu-ibu pengguna sosial media Facebook / Instagram, maka jauh akan lebih efektif Meta Ads (Facebook/Instagram). Namun, jika bisnisnya sebut saja Spa, maka akan jauh lebih efisien jika menggunakan Google Ads, karena iklan biasanya akan muncul pada mesin pencarian google, platform youtube, dan Google My Business.

Bagaimana cara memilih kata kunci di Google Ads?

Dalam akun Google Ads, ada fitur yang disebut Keyword Planner. Kamu bisa memasukkan keyword utama misalnya saja “Spa” dan mengatur bahasanya Indonesia, dan Lokasi di Bali. Maka akan muncul keyword yang disarankan, potensi pencairan perbulan dan juga harga per kliknya. Atau, kamu juga bisa memasukkan link websitemu atau kompetitior kedalam keyword planner, dan biarkan keyword planner menganalisa kata kunci apa yang paling relevan untuk diiklankan.

Apa itu Quality Score di Google Ads dan kenapa penting?

Quality Score merupakan indicator seberapa baik settingan iklan kamu di google ads. Score ini harus dipenuhi paling tidak 80% agar iklan kamu dianggap layak dan bisa ditayangkan secara optimal oleh google. Biasanya, ada alasan seperti tidak ada video, atau tidak ada gambar, kadang kurang title, dan lainnya, sehingga mempengaruhi Tingkat skornya. Jika quality scorenya rendah, maka iklan tidak akan teroptimasi dengan baik dan muncul disemua platform google sesuai harapan.

Bagaimana cara menghitung ROI / menghitung ROASnya?

Rumus ROI = (Keuntungan Bersih / Biaya Iklan) x 100%
Contoh sederhananya, misal saja ya: Keuntungan Bersih 6.000.000,- dan biaya iklannya 4.000.000,- maka ROI = 6.000.000,- / 4.000.000,- X 100% = 150%

Sedangkan untuk ROASnya, rumusnya adalah sebagai berikut:

Rumus ROAS = (Keuntungan  / Biaya Iklan) x 100%
Contohnya, Pendapatan 10.000.000,- (bukan bersihnya), dan biaya iklannya 4.000.000,- maka perhitungannya menjadi ROAS = 10.000.000,- / 4.000.000,- X 100% = 250%

Yang membedakan adalah ROI (Return on Investment) itu menghitung profitabilitas (keuntungan bersih setelah dikurangi biaya iklan). Sedangkan ROAS (Return on Ads Spend) itu menghitung efisiensi iklan (berapa pendapatan langsung dari setiap rupiah yang dikeluarkan).

Ada berapa jenis Campaign di Google, Harus Pilih yang Mana?

Untuk tipe campaign itu ada banyak di Google, tapi secara pengalaman, saya hanya menggunakan 2 macam yaitu Search Intent dan Performance Max. Search intent adalah iklan yang memunculkan bisnismu ketika orang mencari keyword tertentu pada mesin pencairan saja. Misalnya bisnismu itu Spa di Bali, dan keywordnya adalah Spa di Bali, maka Ketika orang mengetik “Spa di Bali”, iklan yang muncul adalah iklan milikmu, tentu saja ini harus melewati fase auction dulu.

Sedangkan performance max adalah iklan yang mengoptimasikan performa dimana iklan akan muncul pada semua produk google dalam rentan waktu tertentu. Contohnya saja, iklanmu yang sudah dioptimasikan dengan video, banner dan lainnya, maka iklan tersebut bisa saja muncul pada Youtube, Partner Adsense, Google Maps, dan semua produk google lainnya. Performance Max ini sangat disarankan untuk orang yang memiliki bisnis nyata secara offline atau memiliki bangunan untuk bisnisnya, dan memang menargetkan audience untuk datang ke bisnis mereka.

Selain itu, Performance Max biasanya hanya menarget orang-orang yang SUDAH ada didalam area tersebut. Contohnya adalah kamu menargetkan bule, namun target areanya masih di Bali dan semua Bahasa kecuali Bahasa Indonesia. Maka iklan performance max ini hanya akan muncul pada semua orang yang SUDAH ada di Bali, menggunakan Bahasa selain Bahasa Indonesia, dan memiliki ketertarikan dengan spa dan wellness.

Bagaimana cara tracking konversi di Google Ads?

Kamu bisa mengkonfigurasikan Google Tag Manager pada website sebagai Urchin Tracking Module (UTM) untuk melacak konversi ke website atau landing pages yang mengarah ke whatsapp. Sedangkan laporan lengkapnya bisa kamu download dari Google Adsnya langsung. Jika bingung, kamu bisa menginport data Google Ads ke Looker Studio, maka laporannya akan langsung muncul dan terperinci.

Kesalahan umum pemula dan cara menghindarinya?

Banyak pemula yang baru mulai beriklan di Google Ads sering kali terjebak dalam kesalahan yang sebetulnya bisa dihindari. Beberapa kesalahan umum misalnya tidak menentukan tujuan kampanye dengan jelas, salah memilih keyword terlalu luas, lupa menggunakan negative keywords, hingga mengarahkan iklan ke landing page yang tidak relevan atau lambat diakses. Hal-hal kecil ini sering membuat budget cepat habis tanpa menghasilkan konversi yang nyata.

Untuk menghindarinya, penting sekali melakukan riset kata kunci dengan benar, menambahkan negative keywords sejak awal, serta memastikan landing page cepat dan sesuai dengan iklan. Jangan lupa pasang conversion tracking agar bisa memantau hasil kampanye dengan akurat, mulai dengan budget kecil untuk testing, lalu evaluasi performa iklan berdasarkan data, bukan perasaan. Dengan langkah sederhana ini, kamu bisa beriklan lebih efisien dan mendapatkan hasil maksimal dari Google Ads.

Menggunakan google ads itu memang harus melakukan A/B Testing dulu agar mendapatkan hasil yang maksimal. Tapi gunakan budget yang rendah untuk test tersebut agar kamu tidak rugi banyak. Jika kamu memiliki pertanyaan, kamu boleh banget meninggalkan komen dibawah, dan saya bakal balas secepatnya! Baca juga artikel lainnya yang berkaitan Digital Marketing ya!

Kamu Mungkin Suka:

Leave a Comment